Konservasi Sistem Lingkungan
Konservasi sistem lingkungan memuat antara lain definisi sistem untuk lingkungan, model dan penyederhanaan keadaan sebenarnya, dasar-dasar kecerdasan buatan dan penerapan dalam bidang engineering, Teknik penggambaran system dalam model kaitan system, dasar-dasar database dengan konsep entitas. Intervensi komponen sebagai dasar dalam konservasi, dan pembuatan laporan studi konservasi.
Konservasi sistem lingkungan didasarkan pada metoda berpikir modern dikombinasikan dengan penerapan kecerdasan buatan yang diterapkan dalam bidang Teknik. Pemikiran dalam diawali dengan pengertian akan teknik berpikir berbasis system. Kemudian dasar-dasar kecerdasan buatan yang mendasari suatu model non-numerik diberikan secara singkat. Model nonnumerik adalah model interaksi component pembentuk system di lingkungan.
Kebutuhan data yang menyertai system didentifikasi dan interaksinya dipelajari serta didokumentasi. Data disusun dalam semantic database berbasis hubungan entitas. Dengan demikian usaha konservasi secara terintegrasi yaitu intervensi terhadap semua komponen dapat diusulkan dan akibat atau konsekuensinya dapat diperkirakan.
(www.comices.org)
Konservasi sistem lingkungan memuat pemodelan sistem lingkungan baik dari data kuantitatif maupun kualitatif yang ditransformasikan dalam bentuk simbolik dengan persamaan numerik. Konservasi sistem lingkungan memuat dasar-dasar ekologi, matematik, pemodelan dan bahasa pemrograman seperti FORTRAN dan PROLOG; model entitas database.
Dengan memecahkan persoalan lingkungan dengan pemodelan konservasi sistem lingkungan diharapkan setiap solusi tidak dengan “the most handfull solution”..seperti pelebaran jalan ketika terjadi macet, pelebaran drainase ketika banjir, dll. .:D
simulasi permasalahan air
Persamaan finite differential dipergunakan untuk menjawab persoalan-persoalan lingkungan seperti banjir dan panas. Contohnya bagaimana pengaruh reklamasi pada muka air laut?,persoalan DAS, dll.
Inti dari metode finite differential yaitu merubah persamaan differensial menjadi numerik dengan cara:
- mendeskreditasi persamaan differensial partial (x,y,z dan t) dalam bentuk beda hingga
- beda hingga mentransformasikan persamaan differensial menjadi persamaan aljabar linier
terdapat 2 persamaan differensial, biasa (ordiner) dan partial. Persaman differensial biasa hanya terdapat satu fungsi. misal kecepatan terhadap waktu. sementara partial lebih dari satu fungsi, misal jarak dan waktu.
Aliran permukaan bebas terdapat dua tipe, steady dan unsteady. Pada steady, muka air tidak berubah, kecepatan tetap. sementara pada unsteady, muka air dan debit naik turun. Aliran di alam lebih banyak terjadi secara unsteady. Sumber air diperbaharui melalui siklus hidrologi. Hidrologi : ilmu yang memperlajari pegerakan air di muka bumi baik kualitas maupun kwantitas dalam ruang dan waktu. Siklus Hidrologi di alam terjadi secara acak (random variable). Siklus hidrologi tergantung iklim(tropis/subtropis) fungsi faktor kosmik ,regional dan lokal ,yang komponennya randow variabel membentuk Rezim hidrologi.
Perencanaan infrastruktur berdasarkan pada debit rencana. Untuk mewujudkan infrastruktur berkelanjutan berdasarkan debit berkelanjutan yang ditandai dengan simpangan baku yang tetap. Infrastruktur berkelanjutan baik secara kualitas (pengendalian pencemaran) dan kuantitas (konservasi).
Persamaan differential digunakan pada kasus DAS. DAS terbagi menjadi DAS hulu dan DAS hilir. Karakteristik DAS hulu, alirannya turbulen, dengan gelombang halus dan kasar, terdiri dari 3 kaskad yakni hilir, tengah dan hulu. DAS hilir cenderung landai.
Telaah AMDAL ; Studi kasus pembangunan sport center Arcamanik
Pengetahuan AMDAL tidak cukup hanya dengan mempelajari texbook, dalam upaya pemantapan kajian AMDAL, diperlukan ground check ke lapangan mengetahui kondisi pembangunan di sekitar, salah satunya yang dapat menjadi kasus adalah pembangunan sport center di Arcamanik, Jawa Barat.
South East Asian (SEA) Games 2011 akan dilakukan di Indonesia dengan pelaksanaan di empat daerah yaitu Sumsel, DKI Jaya, Jabar, dan Jateng. Untuk itu, keempat daerah ini harus mempersiapkan infrastruktur. Jabar sendiri dijadikan penyelenggara sebelas cabang olah raga (cabor). Melihat keberadaan kompleks olah raga Senayan yang saat ini sudah jenuh dan ketinggalan zaman, pemerintah pusat mendorong juga pemerintah daerah untuk membangun sarana olah raga yang memadai.
Rencana pembangunan dan pengembangan tersebut adalah membangun kompleks olah raga yang akan dinamakan dengan Sentra Pembinaan Olah Raga Terpadu (SPORT) Jawa Barat di Arcamanik, SOR Gedebage, kompleks di Si Jalak Harupat, dan kawasan olah raga Ciwalini yang akan menggunakan sebagian sawah dari seribu hektare yang sudah ada. Sarana olah raga itu akan menjadi salah satu fasilitas sport center yang dibangun di Jawa Barat dalam rangka meningkatkan upaya pembinaan dan pelatihan atlet Jawa Barat.
Dampak penting yang diperkirakan akan timbul setelah pelaksanaan proyek sport senter ini dapat terjadi pada berbagai komponen lingkungan yang meliputi komponen fisika-kimia, biologi serta sosial ekonomi, sosial budaya dan kesejahteraan masyarakat, yang berupa dampak baik yang bersifat langsung dan tidak langsung dalam skala ruang dan waktu yang berbeda sesuai dengan tahapan pelaksanaan proyek.
Dampak negatif yang diperkirakan akan terjadi dapat diminimalkan atau diperkecil melalui pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup yang berupa tindakan atau upaya-upaya mencegah, mengendalikan dan menanggulangi dampak penting yang bersifat negative dan pelaksanaan pemantauan lingkungan hidup yang berupa tindakan pemantauan terhadap perubahan komponen atau parameter lingkungan hidup sebagai dampak penting yang akan timbul sebagai akibat pelaksanaan proyek.
Penyusunan dokumen AMDAL
Dokumen-dokumen AMDAL:
- KA ANDAL
- AMDAL
- RKL/RPL
- UKL/UPL
Contoh Outline KA ANDAL:
Pendahuluan
- latar belakang
- peraturan perundangan yang berlaku
- status rencana kegiatan
- maksud dan tujuan proyek
- kaitan rencana kegiatan dengan dampak penting yang timbul
Tujuan dan Kegunaan Studi
- tujuan studi
- kegunaan studi
Ruang Lingkup Studi
- rencana kegiatan yang ditelaah
- komponen kegiatan yang ditelaah
- batas wilayah studi
Metodologi
- metode pengumpulan data
- metode analisis dan penyajian data
- metode prakiraan dampak
- metode evaluasi dampak
Perumusan RPL dan RKL
- pendekatan dan perumusan RPL
- pendekatan dan perumusan RKL
Pelaksanaan Studi
- tim pelaksana studi
- uraian tugas tim ahli
- jadwal pelaksanaan studi
- pembiayaan
Sistem Pelaporan
- laporan pendahuluan
- konsep laporan akhir
- laporan akhir
Ekologi sebagai dasar kajian AMDAL
- Setiap kegiatan pembangunan dapat dipastikan akan melakukan perubahan terhadap lahan
- Setiap kegiatan akan memberikan sisa proses yang berpengaruh terhadap lingkungan
- Lahan di permukaan bumi merupakan salah satu komponen dalam ekosistem secara makro
- Setiap ekosistem mengandung bentuk kehidupan lain di luar manusia, baik fungsi secara fisik alam, kehidupan ekologi, maupun siklus materi
- Setiap ekosistem memiliki fungsi yang diemban baik untuk keseimbangan
- Perubahan terhadap ekosistem akan merubah fungsi yang diemban oleh ekosistem yang bersangkutan
- Kajian AMDAL secara prinsip memprediksikan perubahan fungsi ekosistem yang dapat terjadi dampaknya terhadap lingkungan. Rekomendasi dalam kajian AMDAL ditujukan untuk menciptakan keseimbangan baru yang masih mampu memberikan dampak positif maksimum pada lingkungan dan minimalisasi dampak negatif yang terjadi.
Komponen Ekologi :
- Bahan (matter), antara lain ; Mineral, air, tanah
- Energi –> Energy for living
- Ruang yakni Kesatuan komponen ekologi disekitar MH untuk interaksi
- Waktu
- Diversitas –> Keanekaragaman spesies/keanekaragaman hayati
Hukum-Hukum Ekologi:
- Segala sesuatu saling berhubungan, contohnya pada Rantai makanan
- Segala sesuatu berubah, contohnya Perubahan bumi
- Hukum minimum Leibig yang menyebutkan bahwa Laju pertumbuhan organisme tergantung pada jumlah minimum nutrien pokok
- Hukum Toleransi Shellford yang menyebutkan bahwa Organisme dpt menyesuaikan diri dgn perubahan yg terjadi dlm kondisi lingkungan selama perubahan tidak melebihi batas toleransinyaà adaptasi, mutasi
- Hukum Homeostatik yang menyebutkan Jumlah spesies seimbang dengan daya dukung lingkungan
Pengelolaan Lingkungan Hidup
Setiap kegiatan pembangunan ekonomi, selain memberikan manfaat bagi peningkatan taraf hidup manusia juga mengakibatkan perubahan terhadap kondisi lingkungan hidup dan ketersediaan sumber daya alam. Contohnya kegiatan pertambangan timah di Belitung, Kepalauan Bangka Belitung yang mengakibatkan perubahan terhadap bentang alam. Kolong timah (bekas tambang timah) merusak tatanan ekosistem sehingga diperlukan upaya reklamasi.
PENGELOLAAN LINGKUNGAN diperlukan agar:
- Pembangunan dapat terlaksana dengan berkelanjutan
- Lingkungan dapat terus menyediakan sumber daya dan kondisi yang diperlukan oleh makhluk hidup
Tujuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam UU PPLH No. 32 tahun 2009 yaitu untuk melindungi wilayah NKRI dari pencemaran dan kerusakana serta menjamin keselamatan, kesehatan dan kehidupan manusia serta kelangsungan kehidupan makhluk khidup dan kelestarian ekosistem.
Beberapa point penting dalam UU No. 32 Tahun 2009 antara lain:
- Keutuhan unsur-unsur pengelolaan lingkungan hidup;
- Kejelasan kewenangan antara pusat dan daerah;
- Penguatan pada upaya pengendalian lingkungan hidup;
- Penguatan instrumen pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup,
- Pendayagunaan perizinan sebagai instrumen pengendalian;
- Pendayagunaan pendekatan ekosistem;
- Kepastian dalam merespons dan mengantisipasi perkembangan lingkungan global;
- Penguatan demokrasi lingkungan melalui akses informasi, akses partisipasi, dan akses keadilan serta penguatan hak-hak masyarakat dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup;
- Penegakan hukum perdata, administrasi, dan pidana secara lebih jelas;
- Penguatan kelembagaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang lebih efektif dan responsif;
- Penguatan kewenangan pejabat pengawas lingkungan hidup dan penyidik pegawai negeri sipil lingkungan hidup.
Ruang Lingkup AMDAL
AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. Dampak besar dan penting adalah perubahan lingkungan hidup yang sangat mendasar yang diakibatkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan.
Tujuan Studi AMDAL:
- Mengidentifikasi rencana kegiatan yang diprakirakan berpotensi menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup
- Mengidentifikasi rona lingkungan hidup pada lokasi rencana tapak kegiatan yang diprakirakan akan terkena dampak besar dan penting
- Mengevaluasi dampak besar dan penting yang diprakirakan akan terjadi pada tiap tahap (pra-konstruksi, konstruksi, operasi dan pasca operasi)
- Memberikan arahan pengelolaan lingkungan untuk mencegah, menanggulangi dan mengendalikan dampak negatif penting, serta mengembangkan dan meningkatkan dampak positif yang diprakirakan akan terjadi
- Merumuskan sistem pengendalian lingkungan yang akan dilaksanakan sejauh batas persebaran dampak
- Menetapkan upaya-upaya pemantauan lingkungan sebagai masukan dalam peningkatan kinerja pengelolaan lingkungan hidup
Kriteria mengenai dampak besar dan penting:
- Jumlah manusia yang akan terkena dampak
- Luas wilayah persebaran dampak
- Intensitas dan lamanya dampak berlangsung
- Banyaknya komponen lingkungan lainnya yang terkena dampak
- Sifat kumulatif dampak
- Berbalik (reversibel) atau tidak berbaliknya (irreversible) dampak
Langkah-langkah AMDAL:
- Penapisan
- Identifikasi dampak penting dan pelingkupan
- Penyusunan KA berdasarkan pelingkupan
- ANDAL (prakiraan besarnya dampak dan evaluasi dampak)
- Rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan (RKL dan RPL)
Dasar-dasar AMDAL
Pemenuhan dan peningkatan taraf hidup manusia ditempuh dengan cara mengaplikasikan seluruh produk teknologi. Kemajuan teknologi dalam pembangunan semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan manusia. Aplikasi-aplikasi teknologi tersebut berdampak terhadap kondisi lingkungan. Dalam aplikasi di lapangan, dalam pengelolaan lingkungan hidup dan sistem pembangunan yang berkelanjutan diperlukan adanya analisis tentang dampak terhadap lingkungan sehingga pengetahuan dasar AMDAL sangat diperlukan.
- bertambahnya wawasan pengetahuan menganalisis dampak pembangunan terhadap lingkungan,
- dapat meningkatkan kesadaran manusia terhadap pelestarian lingkungan hidup
- pengertian AMDAL,
- masalah/dampak pembangunan terhadap lingkungan dari berbagai aspek,
- peraturan perundang-undagan terkait pengelolaan lingkungan dan AMDAL
- proses dan manfaat AMDAL,
- Rona Lingkungan,
- metode identifikasi dampak,
- teknik-teknik pendekatan dan
- pengelolaan sumberdaya lingkungan
- prinsip-prinsip dasar pemantauan lingkungan dan cara penangan dampak
- pemahaman terhadap dokumen AMDAL, KA AMDAL, RKL, RPL
Penerapan TTGSL di Masyarakat
Pembahasan penerapan TTGSL di masyarakat yang telah diimplementasikan pada berbagai daerah di Indonesia dapat menjadi referensi dalam pengembangan TTGSL. Berikut adalah salah satu contoh kasus: kisah sukses Program 3R Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah.
Akibat terjadinya kepadatan penduduk yang semakin meningkat maka mengakibatkan timbulan sampah yang menumpuk, dengan demikian akan menjadi beban untuk TPA yang bekerja semakin berat untuk mengelola sampah yang entah harus di apakan. Maka harus ada upaya yang mengurangi beban TPA tersebut dengan berbagai metode, di antaranya 3R dengan menggunakan anggaran dari APBN TA 2007, Keluragab cigugur adalah salah satu tempat dari 5 lokasi TPST lain di kota cimahi yang terletak di pemukiman padat dengan luas area 200 m2 dibangun dengan kanstruksi yang tertutup, untuk mengurangi pengaruh dari bau dan keindhan di sekitarnya.
TPST di cigugur sudah ber operassi sejak januari 2008. yang di bangun di atas laham milik dinas bina marga kota cimahi, dengan luas 20 * 10 m TPST ini di rancang untuk melayani 5 Rw, akan tetapi hanya melayani 3 Rw
PENETAPAN PRIORITAS
Semua proses pengelolaan sampah di lakukan oleh masyarakat melalui pember dayaan masyarakat dengan sosialisasi, studi banding dan penelitian
Kegiatan pengelolaan sampah terpadu terdiri dari :
Semua itu di laksanakan di lingkungan yang padat, semua sampah yang ada di angkut menggunakan motor & gerobak sampah 1 m3, sampah kemudian di angkut ke TPST dan di pilih di sana.
Hasil yang dicapai adalah:
Sampah yang di pilah oleh warga dibeli oleh pihak swasta untuk di jual kembali. Hasil penjualannya di gunakan untuk menambah penghasilan para pekerja, penjualan kompos memberikan kontribusi keuangan karena kesulitan dalam pemasaran, sehingga perlu upaya lain untuk meningkatkan nilai jualnya, misalnya dengan pembibitan tanaman, pendistribusian secara merata, dan mengelola administrasinya secara profesional.

